Strategi dan Kebijakan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Strategi dan Kebijakan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Karanganyar

Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan  misi.  Kebijakan adalah  arah/tindakan  yang  diambil oleh pemerintah  daerah untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan dan sasaran di dalam Rencana Strategis (Renstra) diperlukan strategi.

Kebijakan diambil sebagai arah dalam menentukan bentuk konfigurasi program kegiatan untuk mencapai tujuan. Kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan maupun bersifat eksternal yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.  Rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang adalah sebagai berikut :

Strategi :

Globalisasi ekonomi telah memberikan peluang kepada semua masyrakat untuk menikmati membanjirnya produk-produk dengan standar international yang dapat diakses setiap saat lewat berbagai media masa. Namun disi lain tantangan berat harus dihadapi oleh masyarakat dan negarayang mengalami ketertinggalan karena aksesibilitas barang produksi akan sangat ketat masuk dalam pasar nasional maupun pasar internasional dengan tuntutan kualitas yang memenuhi standar. Apalagi dengan akan segera diberlakukannya pasar bebas, merupakan tantangan bagi kualitas produk lokal, regional, maupun nasional.

Dengan terlaksananya otonomi daerah memberikan tantangan sekaligus dorongan untuk   berlomba dan saling berusaha bagi daerahnya masing-masing dalam meningkatkan daya saing produk-produk daerah sebagai upaya menembus pasar bebas sekaligus meningkatkan PAD setempat guna mensejahterakan masyarakatnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar yang memiliki tugas dan fungsi yang terkait dengan lingkup bidang tersebut harus dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, memanfaat peluang, mengantisipasi kelemahan-kelemahan, dan berupaya keras menggunakan segala kekuatan dan kemampuannya dalam memenangi persaingan di pasar lokal, regional, nasional, bahkan internasional.

Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan Pemulihan ekonomi dan peningkatan kesempatan usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan dengan cara memprioritaskan pembangunan pada :

Bidang Perdagangan dan Pasar

  1. Meningkatkan kelancaran sistem distribusi barang dan jasa kebutuhan dasar masyarakat;
  2. Mencegah peningkatan harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari raya dan hari-hari besar keagamaan;
  3. Mengoptimalkan kerjasama kemitraan dalam perdagangan;
  4. Mengoptimalkan penyearan dan informasi pasar kepada masyarakat;
  5. Meningkatkan kemampuan SDM dalam pengelolaan ekspor dan impor;
  6. Mengembangkan sentra-sentra industri potensial daerah;
  7. Meningkatkan pengaturan dan pembinaan serta penyediaan tempat usaha bagi PKL sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  8. Mengoptialkan pendapat retribusi pasar;
  9. Melakukan revitalisasi dan pemetaan fasilitas perdagangan di pasar daerah;
  10. Menciptakan pasar daerah yang bersih, tertib, nyaman dan aman;
  11. Meningkatkan kemampuan SDM pengelola pasar daerah;
  12. Melakukan regulasi tarif retribusi pasar.

Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi

  1. Pembinaan kompetensi tenaga kerja;
  2. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja.
  3. Peningkatan mutu pelayanan, pendaftaran dan seleksi untuk memperoleh calon transmigran yang bermotivasi kuat untuk bertransmigrasi;
  4. Memperkuat kemampuan SDM melalui pembinaan, pelatihan dan pengembangan produktivitas tenaga kerja;
  5. Pengembangan sektor ekonomi;
  6. Perluasan kesempatan kerja.
  7. Pengawasan norma keselamatan dan kesehatan kerja;
  8. Peningkatan kompetensi aparatur melalui pembinaan, pelatihan dan pengembangan SDM aparatur;
  9. Ketersediaan sarana dan prasarana kantor yang memadai.

Bidang Koperasi dan UKM :

  1. Meningkatkan daya saing usaha koperasi dan UKM;
  2. Meningkatkan akses koperasi dan UKM terhadap pembiayaan da permodalan serta pemasaran;
  3. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap koperasi;
  4. Meningkatkan kemitraan antar koperasi dan UKM maupun dengan badan usaha lainnya.